Berita > Peristiwa

Lurah Sidomulyo Barat Diduga Langgar Tupoksi Pelayanan Masyarakat

Lurah Sidomulyo Barat Diduga Langgar Tupoksi Pelayanan Masyarakat

Lurah Sidomulyo Barat, Edy Fakhri. Ket : Ist

PEKANBARU - Masyarakat di Kelurahan Sidomulyo Barat meminta Pj Walikota Pekanbaru untuk memanggil dan mengevaluasi Lurah Sidomulyo Barat karena diduga mengabaikan pelayanan publik dan lebih banyak menghabiskan waktu diluar saat masih jam kantor.

Hal tersebut terbukti dari salah satu warga yang dijumpai saat sedang mengurus dokumen di kantor Kelurahan Sidomulyo Barat yang mengungkapkan rasa kekecewaannya atas pelayanan yang diterima karena lurah sering tidak berada dikantor saat jam kerja.

“Proses administrasi berkas dokumen saya nunggu berhari hari, alasannya belum di tanda tangan lurah, jadi menunggu. Pokoknya, lama lah pelayanan di Kelurahan Sidomulyo Barat ini,” sampaikan warga yang meminta namanya tidak usah dicantumkan. Senin, (4/11/2024).

Sambung warga tersebut, pernah ada lurah masuk pagi, tapi berkas saya tak kunjung selesai hingga siang hari juga masih menunggu, sehingga harus datang kembali keesokan harinya ke kantor lurah Sidomulyo Barat ini menanyakan apakah berkas sudah selesai atau belum. tutup warga tersebut. 

Sementara itu, keesokan harinya, Selasa, (05/11/2024) siang, wartawan mencoba melakukan wawancara kepada Lurah Sidomulyo Barat, Edy Fakhri tentang keresahan warga akan lambannya pelayanan publik di kelurahan Sidomulyo Barat. 

Dalam wawancara di ruangan kerjanya, Edy Fakhri mengklarifikasi perihal lamanya proses pelayanan ke warga.

“ Kalau perihal berkas dikerjakan staf saya semuanya, yang tanda tangan saya paling. ini saya di kantor kan, kalau saya nggak di kantor di MPP misalnya dari situ atau ke kecamatan tentu nunggu saya kan. Jadi, kadang kadang saya suruh staf saya, tapi kondisi itu kadang kadang warga ini kebutuhan dia yang diutamakan,” sampaikan Lurah Sidomulyo Barat tersebut.

Selanjutnya, perihal lambat nya pelayanan itu aja persoalan teknis pengerjaan. Dimana, asal masuk berkas, cocok, sesuai dengan persyaratan yang ada tentu kita kerjakan atau mungkin RT atau RW yang Gak ada. Jadi kadang itu mungkin yang dijadikan warga ya jadi alasan. ungkapnya.

Edy menjelaskan bahwa selama 3 tahun tidak pernah pelayanan tu (lambat), bahkan kalau dirinya tidak ada disuruh bawa sama staf misalnya ke kantor camat.

“Udah ada berapa saya suruh dibawa ke sana biar ndak ada keluhan lambat pelayanan. Kalau misalnya pagi ada apel di Kecamatan atau di MPP kita nggak langsung balik ke sini (kelurahan), kadang kita ngopi, nanti ada pelayanan kebutuhan itu kadang ada yang mendesak kan sementara kita nggak ada, itu lah yang dikatakan yang lama itu,” katanya.

Kegiatan diluarkan banyak, biasanya buat janji. Jadi, misalnya ada yang riskan terkait pemilihan RT RW, sambil duduk kan sama beberapa RT namun soal pelayanan terkait dengan saya pelayanan, nanti kalau ada di telepon staf saya.

 “Pak ini warga ada yang ngurus berkas, saya bilang ya bawa ke sini. Jadi, pekerjaan itu terlaksanakan kan. Cuman ada satu dua itu mungkin ya, saya biasa saja namanya juga resiko kerja,” katanya.

Edy juga mengungkapkan bahwa dalam 3 bulan sibuk karena ya bulan pilkada. Tapi kami pagi ada di kantor dan langsung ke Camat dan MPP. jadi nanggung kan, jam 8 ke sini jadi absennya di tempat itu aja.

“3 bulan ini sibuk, sebelumnya nggak. Mungkin habis dari pilkada mungkin nggak, kemungkinan begitu ya,” pungkas Lurah Sidomulyo Barat tersebut. 

Sementara itu, Pj Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa melalui ajudannya saat dikonfirmasi via whatsapp mengatakan telah memerintahkan camat untuk cek Informasi tersebut.

“Sudah diperintahkan agar camat mengecek apakah informasi tersebut benar. Kalau benar akan kita ambil tindakan ke lurahnya,” Balasnya singkat. ***/Mlk.